Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan

Saran Pengawas Dinas Pendidikan Kecamatan Kedungwaru

(Dokpri: Dewan asatidz SDIT Baitul Qur'an Tulungagung dan tim pengawas perhelatan upacara bendera) Seakan-akan tidak cukup puas dengan upaya korektor (evaluasi) yang dilakukan oleh Pak Tentara perwakilan dari Koramil Kedungwaru, Ibu Sutikah, S. Pd. Selaku pengawas Dinas Pendidikan Kecamatan Kedungwaru juga setelah upacara bendera selesai digelar juga memberikan beberapa masukan kepada dewan asatidz SDIT Baitul Qur'an Tulungagung. Setelah upacara bendera digelar memang tim pengawas perhelatan upacara bendera dipersilakan untuk rehat sejenak di ruangan yang sebelumnya telah kami persiapkan. Ruang kelas 1 disetting sedemikian rupa untuk menjamu tamu istimewa. Enam meja dengan dua belas bangku dibentuk melingkar, sehingga masing-masing kami dapat saling bertatap muka. Sekitar 20 menitan tim pengawas terlibat percakapan santai dengan kepala sekolah, pelatih upacara bendera dan bendahara sekolah. Sesaat tawa gelitik melimpah ruah memenuhi ruangan. Bahkan gema itu sampai terdengar ke ...

Tiga Budaya Baik yang Wajib Dilestarikan di Sekolah

(Dokpri: Para siswi sedang berkerjasama mengidentifikasi lingkungan sekitar) "Orang yang sinis adalah orang yang tahu harga dari apa pun dan nilai dari ketidakadaan" , Oscar Wilde. Senin (13/03/2023) kedua dalam suasana Penilaian Tengah Semester (PTS) genap apel pagi kembali dihelat. Semenjak PTS genap dihelat memang sudah dua kali sekolah tidak melaksanakan upacara bendera.  Tidak dilaksanakannya upacara bendera Senin tersebut bukan berarti menghilangkan budaya upacara bendera di lembaga; bukan berarti lembaga tidak menghormati perjuangan para pahlawan; bukan pula menandakan lunturnya nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme sumber daya manusia lembaga melainkan karena pertimbangan jadwal yang tidak efektif.  Tidak efektif seperti apa? Akan sangat tidak efektif jika kemudian melaksanakan upacara bendera dalam keadaan yang terburu-buru, kurang persiapan; tidak khidmat dan harus merombak jadwal perhelatan PTS. Tentu saja hal yang demikian itu sangatlah tidak elok.  Atas da...

Mengokohkan Karakter Siswa melalui Upacara Bendera

(Dokumentasi pribadi: Perhelatan Upacara Bendera dengan jajaran tamu pengawas upacara bendera sekolah) Senin (13/2/2023) adalah salah satu hari yang berkesan bagi seluruh sumber daya manusia lembaga yang ada di SDIT Baitul Qur'an Tulungagung. Pasalnya pada hari itu kami menghelat upacara bendera dengan dihadiri oleh jajaran tamu istimewa: Koramil Kedungwaru, pengawas sekolah dan perwakilan dari kecamatan Kedungwaru. Sayangnya, perwakilan dari Polsek Kedungwaru berhalangan untuk hadir di hari itu.  Segala perlengkapan upacara bendera disiapkan. Sound sistem, tiga microphone, satu stand mic, bendera hingga beberapa naskah protokol yang akan dibacakan tatkala upacara dihelat. Sedangkan para peserta telah berbaris sesuai tinggi badan masing-masing. Siswa-siswi yang badan tinggi berdiri paling depan, sedangkan yang pendek berada di barisan paling belakang. Para petugas upacara bendera Senin ini adalah kelas 6. Sementara pembina upacara diemban oleh perwakilan dari Koramil. Hal itu terja...

Karya Kelas Literasi: Kreativitas Tanpa Batas

  (Dokumentasi pribadi: Anak-anak kelas literasi) Sabtu (25/02/2023) kelas ekstra kurikuler telah dihelat kembali setelah tiga Sabtu berturut-turut libur. Pada pertemuan sesi ini para siswa kelas literasi mengumpulkan masing-masing karyanya. Kebetulan pada sesi pertemuan sebelumnya, Sabtu penghujung bulan Januari, mereka diinstruksikan untuk menuangkan ide dan kreativitasnya di atas kertas HVS A4.  Di atas kertas HVS A4 itu mereka bebas menuangkan kreativitas sesuai kehendaknya. Tidak ada paksaan bagi mereka, yang jelas tidak ada batasan tema, genre dan bentuk karya yang hendak dibuat.  Sebagai hasilnya, ternyata dari mereka semua, sebagian siswa ada yang membuat puisi. Ada pula yang memilih membuat pantun dan satu orang memutuskan untuk menggambar. Sebagai bentuk konkritnya berikut karyanya kami lampirkan di bawah ini.  Pantun Nasihat _Aishah_ Makan gorengan di pinggir kali Sambil menikmati indahnya sore hari Walaupun jarak memisahkan diri Tapi doaku akan selalu men...

Mengeja Al-Qur'an Tanpa Suara

(Foto dokumentasi pribadi: Dimas sedang mengeja surah Al Fatihah) Dimas adalah salah seorang santri TPQLB Spirit Dakwah Indonesia Tulungagung. Dimas yang merupakan penyandang disabilitas tuna rungu berusaha keras mempelajari Al-Qur'an dengan giat. Ia rajin mengikuti setiap sesi pembelajaran mengaji di TPQLB setiap Minggu. Jika biasanya kami belajar mengandalkan gerak mulut dan catatan, baru-baru ini santri belajar membaca Al-Qur'an menggunakan bahasa isyarat huruf Hijaiyah.  Mungkin di awal-awal para santri sedikit kesulitan, tapi saya kira itu tidaklah apa, mengingat mereka akan lebih mudah mempelajari Al-Qur'an dengan menggunakan bahasa isyarat. Dan itu akan menjadi motivasi bagi para santri--utamanya penyandang tuna rungu--dalam mempelajari Al-Qur'an pada jenjang selanjutnya. Daripada mereka harus susah payah "memaksakan" diri membaca Al-Qur'an dengan sekuat tenaga mengejar suara yang masih saja parau bahkan lebih mirip ceracau. Membaca Al-Qur'an m...

Lomba Ceria Anak Se-kabupaten Tulungagung

   (Dokumentasi pribadi: Arena perlombaan menjaring ikan lele) Dalam rangka memaksimalkan upaya penerimaan peserta didik baru (PPDB), Sabtu (21/01/2023) ketiga di bulan perdana semester genap LPIT Baitul Qur'an Mangunsari Tulungagung telah menghelat agenda Lomba Ceria Anak Se-kabupaten Tulungagung. Terdapat empat kategori lomba yang dikompetisikan: mewarnai, hafalan surat pendek, menyusun balok dan menjaring ikan. Keempat kategori lomba yang digalakkan tersebut dihelat sesuai dengan jenjang usia partisipan. Yakni lomba mewarnai gambar hanya boleh diikuti oleh peserta yang berusia 5-6 tahun; peserta yang berusia 5-6 tahun juga bisa mengikuti lomba hafalan surat-surat pendek; adapun peserta yang masih berusia 3-4 tahun hanya diperkenankan untuk mengikuti lomba menyusun balok dan menjaring ikan.  Jauh-jauh hari sebelum acara dihelat tampak panitia pelaksana sibuk mempersiapkan seluruh perlengkapan acara. Hal itu dibuktikan dengan intensitas rapat koordinasi persiapan yang te...

Class Meeting: Platting Mie Goreng

(Dokumentasi pribadi: Alya dan Nabila sedang platting mie goreng) Salah satu upaya untuk menghidupkan masa transisi setelah pelaksanaan penilaian akhir semester (PAS) ganjil sembari menanti momentum pembagian raport, SDIT Baitul Qur'an Tulungagung menghelat kegiatan Class Meeting. Class Meeting semester ganjil ini mengusung konsep menghias mie goreng. Menghias atau menata berbagai jenis makanan di atas piring untuk dijadikan penilaian di depan juri dalam dunia kuliner familiar disebut dengan istilah platting. Terhitung beberapa hari sebelum acara, segelintir panitia inti yang merupakan dewan asatidz SDIT Baitul Qur'an Tulungagung tampak sibuk merumuskan konsep acara. Sebagai hasilnya, Kamis (14/12/2022) pengumuman resmi yang berisikan pemberitahuan akan dihelatnya acara Class Meeting di-share ustadzah Elly (sapaan akrab) di grup utama dewan asatidz SDIT Baitul Qur'an Tulungagung. Setelah pengumuman resmi itu dianggap fiks dan sesuai dengan konteks acara lantas semua guru ...

Kunjungan Produksi ke UD. Intan Jaya

(Dokumentasi pribadi: Seluruh partisipan dalam kunjungan Produksi) Salah satu agenda out class dengan konsep learning by doing yang dihelat satu semester sekali adalah melakukan kunjungan produksi. Kebetulan kunjungan produksi semester ganjil tahun akademik 2022/2023 ini dilakukan di UD. Intan Jaya. UD. Intan Jaya sendiri merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi kerupuk rambak.  Letak UD. Intan Jaya berseberangan dengan masjid Al-Hidayah. Persisnya hanya beberapa meter dari Apotek Intan Medika Sembung. Akan tetapi belakangan kami tahu, bahwa UD. Intan Jaya ternyata memiliki pabrik penggorengan, packing dan pengolahan bahan baku serta kios pemasaran produk yang berbeda. Sementara tempat yang terletak di seberang masjid adalah pabrik penggorengan dan packing. Sabtu (26/11/2022) kunjungan produksi itu dihelat. Alhamdulillah agenda yang melibatkan semua jenjang kelas ini berjalan dengan lancar. Dalam pelaksanaannya, Sabtu pagi, tepatnya pukul 07.30 WIB semua siswa-siswi telah s...

Awal Cerita Berkhidmat di LPIT Baitul Qur'an Tulungagung

Minggu kedua di bulan Agustus, tepatnya 13 Agustus 2022 saya memutuskan diri untuk berkhidmat di SDIT Baitul Qur'an Tulungagung. Kala itu saya melamar ke lembaga pendidikan swasta itu atas dasar informasi lowongan kerja dari status story WhatsApp salah seorang teman.  Teman satu angkatan di almamater yang sama: alumnus UIN SATU Tulungagung yang kebebetulan ia merupakan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan di lembaga tersebut. Kalau boleh jujur, sebenarnya saya telah lama mengikuti rekam jejak status story WhatsApp teman saya tersebut.  Pernah satu waktu, tepatnya dua tahun ke belakang, dua kali saya melihat postingan dibutuhkannya guru badal di lembaga yang bersangkutan. Dua kali itu pula saya sempat menanyakan perihal itu, akan tetapi selalu berakhir dengan PHP (pemberi harapan palsu) dan kandas.  Mungkin waktu itu usaha dan kesempatan yang ada di hadapan belum menemui rejeki dan takdirnya saja. Hingga akhirnya baru di pertengahan tahun ini lebih dua mingguan  saya...

Pentingnya Menjaga Akhlak Bermedia Sosial di era teknologi yang semakin pesat (Antara Ironi, Fakta dan Harapan)

Kehilangan ruang privasi di zaman yang serba canggih dan eksis ini adalah wujud keironisan daripada chaos-nya kehidupan nyata. Sebutkan saja seperti ketidakmampuan menerima rupawan, sosial ekonomi masyarakat yang timpang, pendidikan yang timpang dan masalah kesehatan serta kriminalitas. Sebagai akibatnya, banyak orang yang memilih memindahkan segala bentuk aktivitasnya ke media sosial. Gerak sedikit cekrek, lalu unggah. Sialnya, hal itu berbanding lurus dengan konsepsi kemerdekaan yang tak mengenal batas. Apa-apa serba diunggah, meskipun itu kadang kala melanggar kode etik, norma sosial di masyarakat dan lain sebagainya. Ambil saja contohnya, kita kerap kali melihat fake account (akun bodong) yang dengan sengaja menyuguhkan berbagai macam jenis hoaks, gambar senonoh dan video yang tidak semestinya dipertontonkan. Bahkan tidak jarang, tendensi yang justru memenuhi status media sosial itu lebih mengutamakan jumlah viewer daripada bobot dan dampak yang akan dituai oleh khalayak.  Terl...

Tekanan Psikis sebagai Kawan Keseharian Anak

Selain mengondisikan kembali peran orangtua dan ketergantungan atas internet, pembelajaran jarak jauh juga akhir-akhir ini dipandang berakibat fatal atas keadaan psikis anak didik. Hal yang demikian diceritakan betul oleh beberapa teman yang berprofesi sebagai guru honorer ataupun guru tetap di dua-tiga sekolah. Mereka menegaskan bahwa banyak anak didiknya yang merasa rindu dengan rutinitas pembelajaran di sekolah.  Selain itu, ditemukan pula tidak sedikit di antara anak didik yang mengeluhkan capeknya proses pembelajaran dari rumah. Bagaimanapun proses pembelajaran yang sekadar mengerjakan bejibun tugas tanpa penjelasan yang gamblang membuat anak didik mudah bosan dan jenuh. Lebih lanjut, keluh-kesah tersebut bermula dari cara membimbing dan tuntutan yang dikehendaki oleh orangtua terkadang lebih kerap tampil dengan luapan emosional yang merundung mental anak didik.  Celah borok atas pengalihan proses pembelajaran dari ruang publik ke ruang domestik yang menyebabkan adanya pe...

Koneksi Internet sebagai Kebutuhan Pokok

Kepemilikan dan kapabilitas atas gadget pada kenyataannya tidak dapat termaksimalkan fungsi dan manfaatnya untuk menunjang proses pembelajaran selama tidak terkoneksi dengan jaringan internet.  Koneksi gadget dengan internet dalam konteks kelangsungan pembelajaran jarak jauh di sini dapat dianalogikan layaknya ruh dan jasad yang saling melengkapi sekaligus menghidupi.  Dua komponen integral yang tak dapat dipisahkan antara satu sama lain tatkala membicarakan banyak tentang multifungsi kemutakhiran teknologi terhadap peradaban umat manusia. Bagaimanapun proses pembelajaran di masa pandemi ini sangat bergantung pada penggunaan aplikasi ruang belajar berbasis sosial media yang mengharuskan adanya koneksi internet. Entah itu koneksi internet melalui kouta data kartu perdana atau WiFi Indihome sekalipun. Atas dasar ketergantungan itu pula pada akhirnya koneksi internet pun menjadi kebutuhan pokok baru yang lambat-laun bersaing ketat dengan upaya pemenuhan kebutuhan primer dalam men...

Pentingnya Memiliki dan Kapabilitas atas Gadget di Masa PJJ

Pembelajaran jarak jauh pada kenyataannya mengharuskan setiap kepala keluarga memiliki dan menguasai betul atas smartphone, tablet dan laptop.  Kehadiran piranti-piranti kemutakhiran teknologi ini yang semula dipandang dan diposisikan sebagai kebutuhan sekunder bahkan tersier oleh khalayak ramai namun kini beranjak cepat menjadi salah satu kebutuhan primer di berbagai lapisan sosial masyarakat yang ada. Disadari ataupun tidak, dengan diberlakukan PJJ intensitas transaksi jual-beli gadget meroket tajam. Entah itu produk gadget yang benar-benar berkapasitas terupdate ataupun second (bekas) sekalipun penjualannya lebih laris di pasaran. Hal ini menunjukkan bahwa Covid-19 di satu sisi memberikan keberkahan bagi sebagian orang. Tentu dalam prakteknya tidak hanya cukup sekadar memiliki gadget, akan tetapi orangtua dan sang anak juga harus menguasai betul cara penggunaannya. Mengetahui bagaimana cara menggunakan aplikasi ruang belajar seperti WhatsApp, ruang guru, google class, google roo...