Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kreativitas

Mengubah Realitas Menjadi Fiksi Mini

Dokpri: Foto Slide Presentasi Gol A Gong  Perjalanan melalang buana ke berbagai negara benar-benar dimanfaatkan betul oleh Gol A Gong. Lahirnya novel petualangan, catatan perjalanan dan puisi yang bertajuk petualangan adalah bukti konkret pengalaman travelling itu menjadi ilham untuk berkarya tulis. Satu langkah besar yang kemudian mengubah nasib hidupnya sebagai penulis. Tidak hanya penulis namun dipercaya sebagai Duta Baca Indonesia.  Tidak cukup sampai di sana, faktanya di lain pihak beliau juga berusaha menuangkan ingar-bingar ide itu dalam formulasi yang menarik. Menarik dari segi bentuk dan isi yang dilecutkan secara nyentrik. Beliau meracik karya di luar keumuman yang berlaku. Jadi pesaran bukan? Dalam bentuk seperti apakah Gol A Gong menuangkan ide kreatifnya itu?  Fiksi mini, ya betul, itu jawabannya. Beliau berusaha memungut ide yang ditemukan dalam realitas sebagai modal untuk menulis fiksi mini. Maka tak pelak jika kemudian dalam workshop kopdar ke-2 RVL slide...

Lebih Dekat Mengenal Gol A Gong

Dokpri: Gol A Gong dengan berbagai karyanya  Belakangan kita mengenal sosok Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia. Sejak 30 April 2021 beliau dipercaya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengemban amanah Duta Baca Indonesia periode 2021-2025 menggantikan peran mbak Nana (sapaan akrab Najwa Shihab: wartawati, jurnalis, presenter dan pemilik PT Narasi Citra Sahwahita). Amanah tepat bagi sosok literat inspiratif dan aktivis kompor gas (gigih) dalam menebar virus-virus literasi ke pelosok negeri.  Sebelum namanya booming sebagai Duta Baca, Gol A Gong memiliki latar belakang sebagai penggiat literasi maniak, novelis, penyair dan traveler sejati. Dua tahun mengelilingi Indonesia (1985-1987), lima puluh hari (1990) menyusuri Singapore-Bangkok dengan bersepeda dan napak tilas ke dua puluh negara: Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam, Kamboja, Jepang, Taiwan, Bangladesh, Bhutan, Nepal, Pakistan, UAE, Qatar, Saudi Arabia, Mesir, Hongkong, Jerman dan Timor Leste m...

Delapan Manfaat Membaca Buku Ala Gol A Gong

Dokpri: Foto Slide Presentasi Gol A Gong Dari tiga tradisi yang mengakar rumput tersebut, beliau menyoroti membaca sebagai kegiatan yang positif. Baik positif untuk fisik atau pun mental. Hemat beliau, setidaknya ada delapan manfaat yang dapat dituai dari kegiatan membaca. Manfaat itu baru akan dirasakan manakala kita mampu meluangkan waktu 30 menit per hari atau sekitar 3,5 jam per minggu untuk membaca buku. Apa sajakah itu? Mari kita simak saksama di bawah ini.  Pertama, membaca menjadikan otak lebih produktif. Membaca pada dasarnya adalah asupan gizi untuk otak. Melalui membaca banyak pengetahuan dan informasi yang diterima oleh otak. Otak akan menerima sekaligus mengolah informasi tersebut menjadi pemahaman yang tersimpan di memori. Kian disiplin membaca maka kian produktif otak melakukan kinerja.  Bukan sekadar kinerja transfer informasi dan pengetahuan dari buku menjadi bentuk pemahaman, namun lebih dari itu. Dalam kurun waktu yang panjang dan terdisiplinkan, proses itu ...

Ngaji Literasi Sesi Kedua

  (Dokpri: flayer ngaji literasi edisi 2) Alhamdulillah, perhelatan ngaji literasi perdana (12/02/2023) telah terlaksana dan berjalan lancar. Dan kini saatnya kami melanjutkan langkah berikutnya, sesi yang kedua.  Seperti halnya diketahui bersama dan termuat pada flayer yang telah dishare ke publik sebelumnya, bahwa ngaji literasi perdana membedah buku Kaca Benggala Manifestasi Diri dan Upaya Menemukan Esensi . Buku itu telah diulas oleh penulisnya secara langsung. (Untuk mengetahui seperti apa pelaksanaannya silakan mampir di postingan berikutnya). Tak lupa, Prof. Nginun Naim selaku pembina Sahabat Pena Kita (SPK) Tulungagung tampil membuka acara. Beberapa motivasi, support dan nasehat beliau sampaikan dalam kata pengantarnya.  Sedangkan Mas Woko Utoro yang merupakan mahasiswa jurusan Studi Islam Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (SATU) berperan ganda: MC sekaligus moderator mengatur jalannya acara.  Nah, jika teman-teman penasaran seperti apa ngaj...

Ngaji Literasi Sesi 3: Literasi Para Kiai

  (Dokpri: flayer ngaji literasi edisi 3) Meneruskan sesi sebelumnya, ngaji literasi sesi 3 yang akan dihelat ini membedah buku solo perdana Ketua SPK Tulungagung yang kece badai, Mas Thoriqul Aziz.  Buku Literasi Para Kiai yang bergenre non fiksi ini saya kira tidak semata-mata terlahir di ruang yang hampa, melainkan ada kaitannya dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh oleh penulisnya.  Tafsir Hadits. Ya, jurusan yang ditempuh oleh penulisnya. Saking seriusnya, bahkan Mas Thoriq (sapaan akrab) mengambil jurusan yang linier guna menggeluti bidang studi yang sama di jenjang Pascasarjana UIN SATU Tulungagung.  Signifikansi bidang studi Tafsir Hadits yang digelutinya tersebut, asumsi saya, menjadi modal utama dalam menyusun buku perdananya tersebut. Nah, seperti apakah Mas Thoriqul Aziz mendedahkan khazanah literasi para kiai? Siapa saja Kiai yang diulas dalam buku tersebut? Dalam rentang tahun berapakah karya Kiai yang dimuat? Dan masih banyak pertanyaan lainny...

Karya Kelas Literasi: Kreativitas Tanpa Batas

  (Dokumentasi pribadi: Anak-anak kelas literasi) Sabtu (25/02/2023) kelas ekstra kurikuler telah dihelat kembali setelah tiga Sabtu berturut-turut libur. Pada pertemuan sesi ini para siswa kelas literasi mengumpulkan masing-masing karyanya. Kebetulan pada sesi pertemuan sebelumnya, Sabtu penghujung bulan Januari, mereka diinstruksikan untuk menuangkan ide dan kreativitasnya di atas kertas HVS A4.  Di atas kertas HVS A4 itu mereka bebas menuangkan kreativitas sesuai kehendaknya. Tidak ada paksaan bagi mereka, yang jelas tidak ada batasan tema, genre dan bentuk karya yang hendak dibuat.  Sebagai hasilnya, ternyata dari mereka semua, sebagian siswa ada yang membuat puisi. Ada pula yang memilih membuat pantun dan satu orang memutuskan untuk menggambar. Sebagai bentuk konkritnya berikut karyanya kami lampirkan di bawah ini.  Pantun Nasihat _Aishah_ Makan gorengan di pinggir kali Sambil menikmati indahnya sore hari Walaupun jarak memisahkan diri Tapi doaku akan selalu men...

Menyongsong Kopdar RVL ke-2: Membayar Tuntas Rencana Kopdar yang Kandas

  (Dokumentasi pribadi: flyer undangan kopdar RVL ke-2) Salah satu upaya menjaga eksistensi  organisasi--tak terkecuali komunitas literasi--agar tetap bernyawa adalah dengan menghelat kopi darat (kopdar). Kopi darat atau yang familiar kita kenal dengan akronim kopdar memiliki arti pertemuan; perjamuan; cangkrukan dan pengertian lainnya yang menegaskan adanya interaksi sosial internal satu kelompok. Perhelatan kopdar yang kerapkali dilakukan secara berkala dan intensitas yang terjadwalkan pada umumnya menghimpun semua anggota komunitas dalam suatu tempat. Hal ini dilakukan bukan tanpa tujuan, melainkan dengan maksud hendak mengimplementasikan beberapa tujuan. Adapun tujuan utama dari dihelatnya kopdar ialah menyambung silaturahmi, bertukar informasi, menampilkan capaian hingga membicarakan banyak tentang orientasi komunitas yang menampung mereka di dalamnya.  Dalam kerangka berpikir saling memberdayakan itulah, hemat saya, yang menjadi alasan mengapa punggawa RVL pada Sabt...

Lomba Ceria Anak Se-kabupaten Tulungagung

   (Dokumentasi pribadi: Arena perlombaan menjaring ikan lele) Dalam rangka memaksimalkan upaya penerimaan peserta didik baru (PPDB), Sabtu (21/01/2023) ketiga di bulan perdana semester genap LPIT Baitul Qur'an Mangunsari Tulungagung telah menghelat agenda Lomba Ceria Anak Se-kabupaten Tulungagung. Terdapat empat kategori lomba yang dikompetisikan: mewarnai, hafalan surat pendek, menyusun balok dan menjaring ikan. Keempat kategori lomba yang digalakkan tersebut dihelat sesuai dengan jenjang usia partisipan. Yakni lomba mewarnai gambar hanya boleh diikuti oleh peserta yang berusia 5-6 tahun; peserta yang berusia 5-6 tahun juga bisa mengikuti lomba hafalan surat-surat pendek; adapun peserta yang masih berusia 3-4 tahun hanya diperkenankan untuk mengikuti lomba menyusun balok dan menjaring ikan.  Jauh-jauh hari sebelum acara dihelat tampak panitia pelaksana sibuk mempersiapkan seluruh perlengkapan acara. Hal itu dibuktikan dengan intensitas rapat koordinasi persiapan yang te...

Class Meeting: Platting Mie Goreng

(Dokumentasi pribadi: Alya dan Nabila sedang platting mie goreng) Salah satu upaya untuk menghidupkan masa transisi setelah pelaksanaan penilaian akhir semester (PAS) ganjil sembari menanti momentum pembagian raport, SDIT Baitul Qur'an Tulungagung menghelat kegiatan Class Meeting. Class Meeting semester ganjil ini mengusung konsep menghias mie goreng. Menghias atau menata berbagai jenis makanan di atas piring untuk dijadikan penilaian di depan juri dalam dunia kuliner familiar disebut dengan istilah platting. Terhitung beberapa hari sebelum acara, segelintir panitia inti yang merupakan dewan asatidz SDIT Baitul Qur'an Tulungagung tampak sibuk merumuskan konsep acara. Sebagai hasilnya, Kamis (14/12/2022) pengumuman resmi yang berisikan pemberitahuan akan dihelatnya acara Class Meeting di-share ustadzah Elly (sapaan akrab) di grup utama dewan asatidz SDIT Baitul Qur'an Tulungagung. Setelah pengumuman resmi itu dianggap fiks dan sesuai dengan konteks acara lantas semua guru ...