Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Menikmati Puisi 2.0

(foto dokumentasi pribadi) Bencana Hutan ditebang Laut diganyang Alam mengerang Lumbung pesakitan  Manusia berhamburan Hiruk-pikuk kejadian Ludah ditelan Biyung kelimpungan Senjata makan tuan *** Buku bergaris polos seputih salju setipis silet pengikat pengetahuan tempat tinta digoreskan ladang ilmu diabadikan **** Peci mahkota kepala rumah bejibun rambut dibungkam tanpa suara  hitam gelam dan berwarna pelindung ganas cuaca tradisi dan budaya ****

Seleksi Masa

Merebus mantra seketika Apapun itu namanya Mengenalnya atau tidak, tak apa Memahaminya maupun tak bisa Tetap saja takan pernah sama Masing-masing mengemban beban pundak nan berbeda Berpijak di bumi antara Lantas di bagian kurun waktu mana aku harus mengiba? Di langkah kaki mana aku harus berputusasa? Pada bagian kerling keberapa aku harus memutuskan berhenti memahaminya? Dalam jengkal keyakinan setebal apa aku harus bersua? Akhirnya aku leluasa, Sesekali menebar prasangka tak mengapa Tak lagi harus berlaga pilon berpura-pura Menimbang-nimbang kemerdekaan tiada tara Menghitung-hitung kebaikan kehendak tak terhingga Bahkan engkau mengkalkulasikan semuanya Entah itu segunung pun atau seujung kuku miliknya Kenyataannya? Diam-diam engkau menabuh genderang curiga Menuding-nuding setiap kepingan dosa kesalahan pena Pada malaikat pencatat amal itu dirimu telah durhaka Dan engkau sibuk mengekalkannya Mengutuk-ngutuk dengan curah caci tak terduga Senyum sinismu kini tak lebih hanyalah tanda Sump...