Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Khidmat

Mendedah Dapur Parenting

Dokpri: Dr. Naharin sedang presentasi Halal Bihalal dan Parenting menjadi agenda rutin tahunan di keluarga besar Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an. Sejak melabuhkan diri di SDIT Baitul Qur'an, tercatat, saya sudah empat kali merasakan riuh: lungguh, gupuh dan suguh serta khidmat dalam kegiatan tersebut. Berarti, empat tahun sudah saya mengabdikan diri di lembaga ini. Mulanya, agenda Halal Bihalal ini tidak digabung dengan program parenting. Keduanya berjalan masing-masing, dihelat di waktu yang berbeda sesuai dengan program kerja. Akan tetapi meninjau efektivitas dan efisiensi kesempatan maka disepakatilah integrasi kegiatan. Efektivitas dan efisiensi ini merujuk pada banyak hal. Mulai dari alokasi dana, hemat energi, fasilitas, kesediaan narasumber sampai dengan momentum. Dahulu, manakala parenting berjalan di rel sendiri nasibnya sempat laa yamutu wala yahya. Partisipasi dan antusias orangtua siswa fluktuasi. Bahkan kehadiran mereka dapat dihitung jari. Indikasi itu ditin...

Pawai Ta'aruf

(Dokpri: Pawai Ta'aruf) "Barang siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka", Riwayat dalam kitab Darrut an-Nasihin. Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Salah satu bulan yang kedatangannya senantiasa ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Keagungannya: diwajibkannya puasa dalam rangka menunaikan rukun Islam yang keempat, bulan turunnya kitab suci Al-Qur'an, tempat amal ibadah dilipatgandakan hingga turunnya malam Lailatul Qadar menjadi pesona yang tak pernah lekang dinantikan.   Berpijak pada rentetan momentum sakral itulah maka tak heran jika kemudian khalayak umat Islam selalu dalam keadaan terpana untuk menyambut kehadiran bulan yang mulia dan penuh berkah itu. Penyambutan tamu agung satu tahun sekali itu dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu di antaranya yakni dengan pawai ta'aruf. Pawai ta'aruf adalah agenda kegiatan tahunan LPIT Baitul Qur'an Tulungagung dalam menyambut kehadiran bulan...

Saran Pengawas Dinas Pendidikan Kecamatan Kedungwaru

(Dokpri: Dewan asatidz SDIT Baitul Qur'an Tulungagung dan tim pengawas perhelatan upacara bendera) Seakan-akan tidak cukup puas dengan upaya korektor (evaluasi) yang dilakukan oleh Pak Tentara perwakilan dari Koramil Kedungwaru, Ibu Sutikah, S. Pd. Selaku pengawas Dinas Pendidikan Kecamatan Kedungwaru juga setelah upacara bendera selesai digelar juga memberikan beberapa masukan kepada dewan asatidz SDIT Baitul Qur'an Tulungagung. Setelah upacara bendera digelar memang tim pengawas perhelatan upacara bendera dipersilakan untuk rehat sejenak di ruangan yang sebelumnya telah kami persiapkan. Ruang kelas 1 disetting sedemikian rupa untuk menjamu tamu istimewa. Enam meja dengan dua belas bangku dibentuk melingkar, sehingga masing-masing kami dapat saling bertatap muka. Sekitar 20 menitan tim pengawas terlibat percakapan santai dengan kepala sekolah, pelatih upacara bendera dan bendahara sekolah. Sesaat tawa gelitik melimpah ruah memenuhi ruangan. Bahkan gema itu sampai terdengar ke ...

Evaluasi Perhelatan Upacara Bendera

(Dokpri: Pak Tentara perwakilan Koramil Kedungwaru sedang memberikan evaluasi Upacara Bendera) Perhelatan upacara bendera selesai dilaksanakan. Siswa-siswi diistirahatkan. Semua siswa diinstruksikan untuk jongkok dan duduk santai di tempat semula mereka berdiri. Santai namun tetap terkondisikan dengan baik: Tetap rapi, tidak celometan dan membuat gaduh. Pak tentara perwakilan dari Koramil Kedungwaru selaku pengawas upacara bendera di setiap sekolah kecamatan Kedungwaru mulai menyampaikan hasil evaluasi dari perhelatan upacara bendera yang telah digelar. Hasil evaluasi tersebut bersifat mata pisau: Terdapat kelebihan dan kekurangan; positif dan negatif.  Terdapat sisi positif yang dinilai telah bagus dari perhelatan upacara bendera di Baitul Qur'an, di antaranya petugas pembaca Undang-undang Dasar 1945 dan pengibar bendera. Kategori bagus yang disematkan bagi pembaca teks UUD 1945 dipandang dari aspek pelafalan, tegas dan intonasi suara. Begitu halnya dengan petugas pengibar bendera...

Belajar Dari Isra Mi'raj Nabi

  (Foto dokumentasi pribadi flyer peringatan isra mi'raj Nabi Muhammad Saw 1444 H.) Setiap tahun kita memperingati isra mi'raj. Dalil-dalil naqli: Ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits masyhur tentang perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha; dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha itu terus kita cuplik dan dipaparkan tanpa ragu untuk menegaskan kebenaran perjalanan itu.  Bahkan hikmah dalam perjalanan semalam yang fenomenal itu yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw selalu berulangkali didedahkan para mubaligh dalam peringatan isra mi'raj di atas mimbar-mimbar segala jenis panggung. Durasi pemaparannya pun berbeda-beda, namun mengusung hakikat yang sama.  Peringatan isra mi'raj itu menandakan kecintaan umatnya terhadap sang junjungan. Peringatan yang berulangkali itu sedang menegaskan kerinduan akan syafaatnya yang telah membuncah di setiap ubun dan memenuhi rongga hati seorang hamba. Allahumma shalli 'alaa muhammad wa'alaa ali syaidina muhammad. Tit...

Pasca Vaksin Booster

Pasca menjalani vaksinasi booster Covid-19 (30/11/2022) tubuh saya mengalami recovery yang luar biasa. Hingga sekarang, tepat tiga hari pasca vaksin booster, recovery tubuh itu belum juga usai.  Tepat di hari yang sama, satu jam setelah vaksinasi selesai saya mulai merasakan efek samping disuntikkannya vaksin Pfrizer ke tubuh saya. Mula-mula suhu tubuh saya meningkat secara drastis, kepala sedikit mumet, nafas agak sedikit sesak dan otot bisep tangan kiri saya terasa membengkak.  Gejala yang berbeda jauh bahkan tidak sempat saya rasakan pada dua sesi vaksinasi Covid-19--menggunakan sinovac-- sebelumnya. Mungkin ini dipicu karena takaran dosis dan jenis vaksin yang berbeda.  Kendati gejala yang berlapis itu mulai menggerayangi kujur tubuh, di hari itu saya tetap menjalankan tugas mengisi materi di kelas 4. Mengingat tanggung jawab sebagai pengganti guru wali kelas 4 yang diamanahkan itu adalah kewajiban dan kesempatan baik saya untuk mengeksplorasi potensi yang tersembunyi...

Awal Cerita Berkhidmat di LPIT Baitul Qur'an Tulungagung

Minggu kedua di bulan Agustus, tepatnya 13 Agustus 2022 saya memutuskan diri untuk berkhidmat di SDIT Baitul Qur'an Tulungagung. Kala itu saya melamar ke lembaga pendidikan swasta itu atas dasar informasi lowongan kerja dari status story WhatsApp salah seorang teman.  Teman satu angkatan di almamater yang sama: alumnus UIN SATU Tulungagung yang kebebetulan ia merupakan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan di lembaga tersebut. Kalau boleh jujur, sebenarnya saya telah lama mengikuti rekam jejak status story WhatsApp teman saya tersebut.  Pernah satu waktu, tepatnya dua tahun ke belakang, dua kali saya melihat postingan dibutuhkannya guru badal di lembaga yang bersangkutan. Dua kali itu pula saya sempat menanyakan perihal itu, akan tetapi selalu berakhir dengan PHP (pemberi harapan palsu) dan kandas.  Mungkin waktu itu usaha dan kesempatan yang ada di hadapan belum menemui rejeki dan takdirnya saja. Hingga akhirnya baru di pertengahan tahun ini lebih dua mingguan  saya...