Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Membaca

Anak Penjajak Komik

Dokpri: Qadira dengan koleksi komiknya Belakangan saya dibuat takjub melihat pemandangan tak biasa di kelas 2 SDIT Baitul Quran. Takjub bukan karena huru-hara sedang meluluhlantakkan kursi dan meja. Bukan, bukan karena mereka sedang melakukan kegaduhan, bullying dan kenakalan meronta-ronta yang tampak di depan mata melainkan fenomena yang menyegarkan hati.  Bukan hanya maknyes di hati saya kira namun fenomena yang membuat hati merasa bangga: terketuk, kagum dan penasaran sekaligus menampar pipi--bagi siapa pun yang melihat. Lha, memang apa? Baca komik. Cuma baca komik? Tentu tidak. Tidak sedangkal itu kejadiannya.  Almira dan Qadira adalah dua siswi yang membuat saya takjub itu. Mereka berbeda dari siswa-siswi lain. Jika umumnya anak menjadikan semua tempat untuk bermain, bermain di semua tempat sesuka hati, bahkan anak hanya mau membaca saat kegiatan belajar mengajar belangsung maka berbeda dengan dua siswi tersebut. Almira dan Qadira lebih suka memanfaatkan waktu luang berte...

Delapan Manfaat Membaca Buku Ala Gol A Gong

Dokpri: Foto Slide Presentasi Gol A Gong Dari tiga tradisi yang mengakar rumput tersebut, beliau menyoroti membaca sebagai kegiatan yang positif. Baik positif untuk fisik atau pun mental. Hemat beliau, setidaknya ada delapan manfaat yang dapat dituai dari kegiatan membaca. Manfaat itu baru akan dirasakan manakala kita mampu meluangkan waktu 30 menit per hari atau sekitar 3,5 jam per minggu untuk membaca buku. Apa sajakah itu? Mari kita simak saksama di bawah ini.  Pertama, membaca menjadikan otak lebih produktif. Membaca pada dasarnya adalah asupan gizi untuk otak. Melalui membaca banyak pengetahuan dan informasi yang diterima oleh otak. Otak akan menerima sekaligus mengolah informasi tersebut menjadi pemahaman yang tersimpan di memori. Kian disiplin membaca maka kian produktif otak melakukan kinerja.  Bukan sekadar kinerja transfer informasi dan pengetahuan dari buku menjadi bentuk pemahaman, namun lebih dari itu. Dalam kurun waktu yang panjang dan terdisiplinkan, proses itu ...