Langsung ke konten utama

Postingan

Musibah Tidak Ada yang Tahu

Berusaha untuk sehat kembali adalah keadaan yang benar-benar mendeskripsikan saya saat ini. Setelah sembilan hari sebelumnya meringkuk: beberapa jam di rumah sakit dr. Iskak dan sisanya di rumah saudara karena musibah yang tak pernah tahu, tak disangka dan enggan dialami.  Siapa coba yang ingin terkena musibah? Saya pikir jawabannya sama: Tidak ada. Hampir dapat dipastikan tidak pernah ada orang yang ingin celaka. Menerima, merasakan dan berlarut-larut dalam derita. Sebaliknya, dapat dipastikan orang-orang akan melulu merasa dahaga dan selalu betah dalam kondisi yang bahagia. Sedang datangnya malapetaka tidak pernah mampu ditolak dengan suka-suka. Rabu malam Kamis, 12 Januari 2022 selepas acara rapat persiapan semester genap di Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) Pancasila saya mengalami kecelakaan bermotor. Lebih tepatnya, bisa disebut tabrakan antara dua pemotor. Yang kebetulan keduanya menunggangi motor matic sama yang pernah jaya pada zamannya, Vario 125. Tidak hanya CC-nya, namun ma...

Proses Menyempurnakan Media Pembelajaran TPQLB Spirit Dakwah Indonesia

Pentingnya Media Pembelajaran Komponen penting dalam suksesnya pelaksanaan pendidikan, salah satu di antaranya adalah tersedianya media pembelajaran. Media pembelajaran adalah alat yang digunakan untuk menunjang efektivitas kegiatan belajar. Adapun bentuk fisiknya, bisa berupa apapun yang ditemukan di lingkungan sekitar kita. Misalnya buku, koran, majalah, proyektor, black atau white board dan lain sebagainya. Sebagai perantara, alat yang digunakan sebagai media pembelajaran sudah barang tentu harus memiliki sifat konduktor terhadap materi yang disampaikan. Sebab hakikat dari penggunaan media pembelajaran tidak lain bertujuan membantu pencapaian komunikasi interaktif antara dua belah pihak yang sedang bertansaksi ilmu pengetahuan. Memudahkan tersampaikannya materi yang dipelajari: membantu pendidik dalam menyampaikan sekaligus memudahkan siswa dalam memahami. Digital Indeks Braille Sebagai Media Pembelajaran Santri Tuna Netra Dalam konteks kepentingan melengkapi media pembelajaran ...

Perihal Nama SPL

Nama Sahabat Pena Lentera (SPL) sendiri terinspirasi dari nama grup menulis Sahabat Pena Nusantara (selanjutnya disingkat SPN) yang pernah membuat saya merasa ngidam untuk menjadi bagian kecil darinya. Rasa ngidam itu sudah barang tentu tidak muncul tiba-tiba, melainkan ada tiga alasan kenapa rasa ngidam itu berhasil bersemayam dalam diri saya. Pertama, rasa ketertarikan timbul tatkala saya kerap mendapati broadcast tulisan yang mengatasnamakan Sahabat Pena Nusantara di berbagai kanal media sosial, utamanya WhatsApp. Kesan pertama itu cukup mengena, sebab grup tersebut begitu santer menampilkan riak suara melalui tulisan di saat khalayak ramai gandrung dengan sikap narsisnya. Karena rasa ketertarikan itu pula, pernah satu ketika saya berusaha melacak seluk-beluk tentang grup itu kepada salah seorang teman yang saya anggap tatkala itu getol mengikuti kegiatan literasi. Bahkan, kabar terakhir yang saya dengar, ia tergabung sebagai salah seorang anggota grup yang dibentuk sekaligus diasuh...

Pentingnya Menjaga Akhlak Bermedia Sosial di era teknologi yang semakin pesat (Antara Ironi, Fakta dan Harapan)

Kehilangan ruang privasi di zaman yang serba canggih dan eksis ini adalah wujud keironisan daripada chaos-nya kehidupan nyata. Sebutkan saja seperti ketidakmampuan menerima rupawan, sosial ekonomi masyarakat yang timpang, pendidikan yang timpang dan masalah kesehatan serta kriminalitas. Sebagai akibatnya, banyak orang yang memilih memindahkan segala bentuk aktivitasnya ke media sosial. Gerak sedikit cekrek, lalu unggah. Sialnya, hal itu berbanding lurus dengan konsepsi kemerdekaan yang tak mengenal batas. Apa-apa serba diunggah, meskipun itu kadang kala melanggar kode etik, norma sosial di masyarakat dan lain sebagainya. Ambil saja contohnya, kita kerap kali melihat fake account (akun bodong) yang dengan sengaja menyuguhkan berbagai macam jenis hoaks, gambar senonoh dan video yang tidak semestinya dipertontonkan. Bahkan tidak jarang, tendensi yang justru memenuhi status media sosial itu lebih mengutamakan jumlah viewer daripada bobot dan dampak yang akan dituai oleh khalayak.  Terl...

Apa Kabar Sarkat?

"Omong kosong kalau ada yang bilang menulis itu mudah. Tapi omong kosong juga kalau ada yang bilang menulis itu sulit. Menulis adalah perkara yang tidak sulit tapi rumit. Rumit bukan berarti sulit", Putut EA. Tiba-tiba saya merindukan program sarapan kata (selanjutnya disebut Sarkat) yang sempat diagendakan kelas menulis online (KMO). Terhitung kurang lebih satu bulan sebelum bulan puasa tahun ini, saya memutuskan bergabung dengan KMO.  Kerinduan itu bisa jadi disebabkan karena saya kerap mengoprak-ngoprak teman-teman yang lain untuk Sarkat. Waktu itu, mengoprak-ngoprak teman-teman untuk Sarkat memang salah satu tanggung jawab saya selaku yang dituakan di grup. Satu tanggung jawab selain merekap setoran Sarkat, menyampaikan instruksi penjabat struktural dan mengamankan kondisi grup. Karena itu pula akhirnya setelah sekian lama puasa chat di grup kecil yang kami beri nama Aksara Rasa, saya berusaha menyapa. "Selamat pagiii semuanya... Bagaimana kabarnya hari ini? Sudah Sa...

Putus

Satu kata yang mewartakan duka perasaan Ia ada karena prahara keintiman  hubungan yang bersambung pertikaian salah paham, konflik dan ketelanjuran Atau memang solusi terbaik yang harus timbul ke permukaan Jalan yang harus ditempuh meskipun enggan Setapak demi setapak kita saling meninggalkan Membawa raut wajah yang saling memalingkan  Melipat segala bentuk tingkah sebagai kemaluan Saling mengacuh sembari menyembelih perasaan Mengusap peluh dalam sendu sedan Memupus memori indah kebersamaan Menghapus jejak rayuan maut yang telah kena sasaran Atas nama pengkhianatan, perbedaan keyakinan atau restu yang tak kunjung diberikan Gejolak asmara yang kian mendidih itu pun harus ditanggalkan Tujuan akhir duduk di pelaminan itu segera karam dihantam kenyataan Perlahan-lahan kita mendayung biduk yang menghilirkan arus bernama saling melupakan Meski menyisakan kecamuk perih yang rasanya terus mernyelinap berulang-ulang dalam keheningan Dan semuanya tumpah menjelma sesenggukan Dalam kesendi...

Aku Lupa Sekolah Mak!

Apa kabar sekolah? Apa engkau dalam keadaan baik-baik saja di sana? Apa engkau sekarang masih setia merawat harapan, asa dan cita-cita kaula muda dalam duka Corona? Pun sahabat-sahabat juang yang telah lama bersembunyi di balik rentangan jarak  Semoga kalian baik-baik saja menahan rindu yang terus bergejolak Apa kabar gedung-gedung dengan tembok yang kokoh? Atap dan semua isian yang terjaga pagar berkawat Apa engkau sudah mulai berkarat? Atau malah keterpisahan ini menjadikan ego menara gadingmu menjadi kumat? Kelengangan yang tak kunjung berujung ini justru membuatmu tersenyum jail dengan sikap bodo amat Bodo amat? Hahahaha... Siapa? Aku? Atau mungkin engkau bersimpuh di hadapan peraturan yang dikukuhkan para penjabat Engkau membudak atas nama maslahat, institusi dan riwayat Bodo amat! Biarkan orangtua berduyun-duyun mendaftarkan ribuan anaknya hingga sebulan kemudian tamat Biarkan mereka berlomba-lomba memuja nilai hingga kiamat Biarkan mereka bangga dengan angka-angka yang diseb...