Dokpri: Menerima penghargaan RVL yang diwakili Puang Daswatia Persoalan lain yang tak kalah menarik diperbincangkan dari suksesi perhelatan kopdar adalah distingsi jarak dan bonus demografi. Dua faktor penentu terhadap kontribusi dan kuantitas partisipan anggota. Faktor yang selanjutnya menjadi bahan pertimbangan akut masing-masing personal. Kedua faktor tersebut lantas akan dibredeli terpisah secara lugas lebih lanjut. Distingsi jarak menitikberatkan fokus pada perbedaan jarak yang terpaut di antara anggota menuju titik kumpul kopdar. Alhasil, ruang lingkup perihal distingsi jarak meliputi titik awal pemberangkatan, jarak tempuh, transportasi, alokasi waktu sampai dengan tiba di lokasi kopdar. Tampak sederhana namun butuh pengorbanan yang tidak sedikit dalam hal materiil dan tenaga. Persoalan ini kian kompleks manakala dibenturkan dengan eksistensi anggota komunitas yang tersebar dalam skala nasional. Jelas, fakta ini menegaskan masing-masing anggota melakukan perjuangan da...
Dokumentasi foto ambil dari Facebook Sudah menjadi rahasia umum saya kira jika anggota komunitas literasi berbasis online ataupun media sosial tertentu jarang bersua. Persuaan dan interaksi via online mungkin kerapkali terjadi akan tetapi pertemuaan secara fisik sangat jarang ditemui. Terlebih anggota grup tersebar di berbagai kota, provinsi ataupun antarpulau. Entah sejak kapan fakta ini dirumuskan, yang jelas fakta tersebut menegaskan bahwa menggeluti suatu hobi, kecintaan dan pengembangan diri melalui komunitas memang membutuhkan pengorbanan. Bentang jarak bukan hal yang harus dipermasalahkan. Jika perlu jarak jauh dilipat. Perjalanan gelap diterobos nekad. Intinya bagi orang yang bersungguh-sungguh dan memiliki tekad kuat, jauh dekat tentu bukanlah penghalang untuk terus berporses menimba ilmu. Mungkin kita masih ingat bagaimana cendikiawan-intelektual--dari dunia Islam ataupun Barat--terdahulu berani melalang buana demi menengguk tetesan dari samudera ilmu ...